Perbedaan TK A dan TK B perlu dipahami orang tua sebelum mendaftarkan anak ke taman kanak-kanak. Berdasarkan ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru yang berlaku, TK A diperuntukkan bagi anak berusia 4–5 tahun, sedangkan TK B untuk anak berusia 5–6 tahun.
Namun, usia TK A dan TK B bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan kelompok. Terutama bagi anak yang berusia sekitar lima tahun, orang tua juga perlu memperhatikan pengalaman belajar sebelumnya, kemampuan beradaptasi, kemandirian, serta ketentuan yang diterapkan sekolah.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan usia, fokus pembelajaran, kesiapan anak, serta cara menentukan kelompok TK yang paling sesuai.
| Aspek | TK A | TK B |
|---|---|---|
| Rentang usia | 4–5 tahun | 5–6 tahun |
| Sebutan sehari-hari | TK kecil | TK besar |
| Fokus umum | Adaptasi, rutinitas, komunikasi, bermain bersama, dan kemandirian dasar. | Penguatan kemandirian, pengendalian diri, kerja sama, dan pemecahan masalah. |
| Pendampingan guru | Biasanya lebih intensif. | Anak mulai mendapat tanggung jawab lebih besar. |
| Literasi dan numerasi | Dikenalkan melalui permainan dan pengalaman konkret. | Dikembangkan melalui kegiatan yang lebih kaya dan menantang. |
| Arah pendampingan | Membangun fondasi perkembangan dan kemampuan beradaptasi. | Menguatkan fondasi perkembangan serta mendukung transisi ke SD. |
Perbandingan tersebut merupakan gambaran umum, bukan standar perkembangan yang kaku. Sekolah dapat menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan anak, kondisi kelas, serta kurikulum operasional satuan pendidikan.
Berapa Usia TK A dan TK B Menurut Aturan SPMB?
Ketentuan usia calon murid TK tercantum dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru.
Persyaratan umum tersebut menetapkan:
- TK kelompok A untuk calon murid berusia paling rendah 4 tahun dan paling tinggi 5 tahun.
- TK kelompok B untuk calon murid berusia paling rendah 5 tahun dan paling tinggi 6 tahun.
Berdasarkan rentang tersebut, usia lima tahun berada dalam rentang kelompok A sekaligus kelompok B. Karena itu, anak berusia sekitar lima tahun tidak dapat ditempatkan hanya berdasarkan angka usia tanpa mempertimbangkan faktor lainnya.
Orang tua perlu menanyakan kepada sekolah mengenai cara penghitungan usia, tanggal acuan yang digunakan, kapasitas kelas, dan ketentuan teknis penerimaan murid di daerah masing-masing.
TK A untuk usia berapa?
TK A umumnya diperuntukkan bagi anak berusia 4–5 tahun. Kelompok ini sering disebut sebagai TK kecil, meskipun istilah tersebut bukan nama resmi yang digunakan oleh semua sekolah.
Anak yang baru pertama kali memasuki lingkungan sekolah biasanya memerlukan waktu untuk mengenal guru, teman, aturan kelas, serta rutinitas belajar. Oleh karena itu, kegiatan di TK A umumnya memberikan pendampingan lebih intensif dalam proses adaptasi.
TK B untuk usia berapa?
TK B umumnya diperuntukkan bagi anak berusia 5–6 tahun. Kelompok ini sering disebut TK besar dan biasanya menjadi kelompok terakhir sebelum anak memasuki sekolah dasar.
Meskipun lebih dekat dengan jenjang SD, TK B bukan kelas khusus untuk mengejar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Pembelajaran tetap dilakukan melalui bermain, bereksplorasi, bergerak, bercakap-cakap, berkarya, serta berinteraksi dengan teman.
Apakah TK Termasuk PAUD?
TK bukan jenjang yang terpisah dari PAUD. Pendidikan anak usia dini atau PAUD merupakan istilah yang lebih luas, sedangkan taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan formal.
Pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini pada jalur formal berbentuk taman kanak-kanak, Raudatul Athfal, atau bentuk lain yang sederajat.
Karena itu, penyebutan “PAUD atau TK” dalam percakapan sehari-hari biasanya digunakan untuk membedakan jenis layanan atau nama lembaga. Secara sistem pendidikan, TK tetap menjadi bagian dari PAUD.
Apa Perbedaan Pembelajaran TK A dan TK B?
TK A dan TK B bukan dua jenjang dengan kurikulum nasional yang sepenuhnya berbeda. Dalam kerangka kurikulum nasional, keduanya mengacu pada Capaian Pembelajaran Fase Fondasi.
Capaian pembelajaran PAUD mencakup tiga elemen besar:
- Nilai agama dan budi pekerti.
- Jati diri.
- Dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni.
Penjelasan lebih lengkap mengenai ruang lingkup tersebut tersedia dalam Panduan Capaian Pembelajaran Fase Fondasi yang diterbitkan Direktorat Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen.
Perbedaan pembelajaran TK A dan TK B terutama terlihat pada tingkat tantangan, bantuan yang diberikan guru, kompleksitas kegiatan, dan tanggung jawab yang diberikan kepada anak.
Contoh kegiatan berikut bukan pembagian yang wajib diterapkan semua sekolah. Guru dapat menggunakan kegiatan serupa pada kedua kelompok dengan menyesuaikan tingkat kesulitan dan dukungan yang diberikan.
Fokus pembelajaran di TK A
Pembelajaran di TK A umumnya membantu anak merasa aman di lingkungan sekolah, membangun kebiasaan sehari-hari, dan berinteraksi dengan orang lain.
Contoh kegiatan yang dapat diberikan antara lain:
- Mengenal diri dan anggota tubuh.
- Mendengarkan cerita sederhana.
- Menceritakan gambar dengan kalimat sendiri.
- Mengelompokkan benda berdasarkan warna atau bentuk.
- Bermain peran bersama teman.
- Menggambar, meronce, melipat, dan bermain adonan.
- Berlatih mencuci tangan dan merapikan perlengkapan.
- Mengikuti aturan permainan sederhana.
- Mengenal jumlah melalui benda konkret, gerakan, dan lagu.
Dalam kegiatan tersebut, guru biasanya masih memberikan contoh, pengulangan, dan bantuan yang lebih banyak. Bantuan kemudian dikurangi secara bertahap sesuai perkembangan anak.
Fokus pembelajaran di TK B
Pada TK B, pengalaman yang telah dimiliki anak dapat dikembangkan melalui kegiatan yang lebih kompleks. Anak mulai mendapat kesempatan lebih luas untuk merencanakan permainan, menyampaikan alasan, memecahkan masalah, serta menjalankan tanggung jawab secara mandiri.
Contoh kegiatannya antara lain:
- Menceritakan pengalaman secara lebih runtut.
- Membuat karya berdasarkan gagasan sendiri.
- Mencari beberapa cara untuk menyelesaikan masalah.
- Mengenali pola, jumlah, bentuk, posisi, dan ukuran.
- Mengamati perubahan pada tumbuhan atau benda di sekitar.
- Bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
- Mengenali bunyi, gambar, huruf, dan kata dalam konteks bermakna.
- Menyiapkan dan merapikan perlengkapan secara mandiri.
Literasi dan numerasi dapat diperkenalkan kepada anak TK B, tetapi sebaiknya tetap hadir melalui permainan, cerita, percakapan, proyek, dan kegiatan sehari-hari. Pembelajaran tidak perlu berubah menjadi latihan akademik berulang yang membuat anak tertekan.
Anak Usia 5 Tahun Sebaiknya Masuk TK A atau TK B?
Karena usia lima tahun masuk dalam rentang kedua kelompok, keputusan penempatan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing anak.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan adalah:
- Tanggal lahir dan cara sekolah menghitung usia calon murid.
- Pengalaman anak mengikuti kelompok bermain atau TK sebelumnya.
- Kemampuan berpisah sementara dari orang tua.
- Kemampuan menyampaikan kebutuhan dan perasaan.
- Kemampuan mengikuti rutinitas dan instruksi sederhana.
- Kemandirian saat makan, menggunakan toilet, dan menjaga barang pribadi.
- Kemampuan bermain serta berkomunikasi dengan teman.
- Kebutuhan dukungan atau pendampingan tertentu.
- Hasil pengamatan orang tua dan guru.
Apabila anak baru pertama kali memasuki lingkungan pendidikan formal, TK A dapat memberikan waktu adaptasi yang lebih panjang. Sebaliknya, anak berusia lima tahun yang telah memiliki pengalaman belajar dan menunjukkan kesiapan dapat dipertimbangkan untuk mengikuti TK B.
Keputusan terbaik sebaiknya dibuat melalui percakapan antara orang tua dan pihak sekolah. Tujuannya bukan menempatkan anak di kelompok yang dianggap lebih tinggi, melainkan memilih lingkungan belajar yang memberikan tantangan sesuai sekaligus membuat anak merasa aman.
Apakah Anak Bisa Langsung Masuk TK B Tanpa Mengikuti TK A?
Dalam persyaratan umum penerimaan murid TK, penempatan kelompok didasarkan pada usia anak. Tidak terdapat ketentuan nasional yang mewajibkan calon murid menyelesaikan TK A atau memiliki surat keterangan pernah mengikuti TK A sebelum mendaftar ke TK B.
Artinya, anak yang memenuhi persyaratan usia pada dasarnya dapat mendaftar langsung ke TK B. Meskipun demikian, sekolah dapat meminta informasi mengenai pengalaman belajar, kebiasaan, kemampuan beradaptasi, dan kebutuhan pendampingan anak.
Kemampuan membaca tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar untuk memasukkan anak langsung ke TK B. Anak yang telah mengenal banyak huruf belum tentu siap mengikuti rutinitas kelompok. Sebaliknya, anak yang belum membaca dapat memiliki kemampuan bahasa lisan, sosial, pengendalian diri, dan kemandirian yang baik.
Apakah Anak TK B Harus Sudah Bisa Membaca?
Anak TK B tidak harus sudah lancar membaca. Pada usia dini, pengalaman literasi bertujuan membangun minat terhadap buku, cerita, gambar, percakapan, bunyi, dan simbol.
Anak dapat dikenalkan pada huruf dan kata selama dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak memaksa. Beberapa contohnya adalah:
- Membacakan buku cerita.
- Mengenali tulisan namanya sendiri.
- Bermain dengan bunyi awal suatu kata.
- Membuat daftar benda untuk keperluan bermain.
- Mengamati tulisan pada kemasan atau papan nama.
- Menggambar, lalu menceritakan hasil gambarnya.
Pendekatan serupa berlaku dalam pembelajaran matematika. Anak dapat mengenal jumlah, pola, ukuran, posisi, dan bentuk menggunakan benda konkret serta kegiatan sehari-hari, bukan hanya melalui lembar kerja.
Apakah TK B Wajib Sebelum Masuk SD?
Tidak. Menyelesaikan TK B bukan persyaratan nasional untuk masuk kelas 1 SD.
Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 menetapkan persyaratan umum penerimaan murid kelas 1 SD terutama berdasarkan usia calon murid. Peraturan tersebut tidak menetapkan kelulusan dari TK B sebagai syarat masuk SD.
Meskipun tidak diwajibkan, pengalaman mengikuti PAUD atau TK dapat membantu anak mengembangkan kesiapan yang lebih luas, termasuk kemampuan:
- Beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Berkomunikasi dengan guru dan teman.
- Mengikuti rutinitas.
- Mengelola emosi secara bertahap.
- Menjaga kebutuhan pribadi.
- Menunjukkan minat belajar.
- Menghadapi masalah sederhana.
Kesiapan sekolah tidak sama dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Anak juga memerlukan kesiapan sosial, emosional, bahasa, motorik, serta kemandirian.
Cara Memilih TK A atau TK B yang Tepat
Sebelum menentukan kelompok bagi anak, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut.
1. Periksa persyaratan usia
Tanyakan kepada sekolah mengenai persyaratan usia dan tanggal yang digunakan sebagai acuan. Langkah ini penting terutama jika usia anak berada di sekitar lima tahun.
2. Sampaikan kondisi anak secara terbuka
Ceritakan riwayat pendidikan, kebiasaan, kemampuan berkomunikasi, kondisi kesehatan, dan kebutuhan dukungan anak. Informasi tersebut membantu sekolah memberikan rekomendasi yang lebih tepat.
3. Amati kesiapan anak
Perhatikan bagaimana anak berpisah dari orang tua, berinteraksi dengan teman, mengikuti kegiatan, mengelola emosi, dan menghadapi perubahan. Hindari membandingkan perkembangan anak secara langsung dengan anak lain.
4. Tanyakan pendekatan pembelajaran sekolah
Cari tahu apakah anak memiliki cukup waktu bermain, bagaimana guru mengenalkan literasi dan numerasi, serta bagaimana sekolah menangani konflik dan perilaku anak.
Orang tua juga dapat mempelajari seperti apa penerapan disiplin positif di kelas PAUD sebagai salah satu bahan untuk menilai pendekatan sebuah sekolah.
5. Hindari memilih berdasarkan gengsi
Masuk langsung ke TK B tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Penempatan yang terlalu menantang dapat membuat anak kesulitan beradaptasi, sedangkan kegiatan yang terlalu mudah mungkin mengurangi ketertarikannya.
Kelompok yang tepat adalah kelompok yang memberikan tantangan wajar, dukungan yang cukup, dan rasa aman bagi anak.
Pertanyaan Umum tentang TK A dan TK B
Apakah TK A sama dengan TK kecil?
TK A sering disebut TK kecil, sedangkan TK B disebut TK besar. Istilah tersebut bersifat informal dan tidak digunakan oleh semua sekolah.
Berapa lama belajar di TK A dan TK B?
Pada umumnya, setiap kelompok berlangsung selama satu tahun ajaran. Namun, penempatan dan lamanya anak berada dalam suatu kelompok dapat dipengaruhi usia, waktu pendaftaran, kebutuhan perkembangan, dan kebijakan sekolah.
Anak usia 4 tahun masuk TK apa?
Anak usia empat tahun umumnya masuk TK A. Orang tua tetap perlu memastikan ketentuan usia yang digunakan sekolah.
Anak usia 5 tahun masuk TK apa?
Anak usia lima tahun dapat masuk dalam rentang TK A maupun TK B. Penempatannya perlu mempertimbangkan tanggal lahir, pengalaman pendidikan sebelumnya, kesiapan anak, dan ketentuan sekolah.
Apa perbedaan kurikulum TK A dan TK B?
Keduanya mengacu pada Capaian Pembelajaran Fase Fondasi. Perbedaannya bukan berupa dua kurikulum nasional yang terpisah, melainkan penyesuaian kegiatan, tingkat tantangan, pendampingan guru, dan tanggung jawab anak.
Kesimpulan
Perbedaan TK A dan TK B terutama terletak pada rentang usia dan penyesuaian kegiatan pembelajaran. Menurut ketentuan SPMB, TK A diperuntukkan bagi anak usia 4–5 tahun, sedangkan TK B untuk anak usia 5–6 tahun.
TK A biasanya memberikan lebih banyak dukungan untuk proses adaptasi, rutinitas, komunikasi, dan kemandirian dasar. Pada TK B, kemampuan tersebut diperkuat melalui kegiatan yang lebih kompleks serta tanggung jawab yang lebih besar.
Anak berusia lima tahun dapat berada dalam rentang kedua kelompok. Karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan tanggal lahir, pengalaman belajar, kesiapan perkembangan, dan rekomendasi sekolah.
Penempatan yang tepat bukan tentang seberapa cepat anak mencapai kelompok yang lebih tinggi. Hal terpenting adalah menemukan lingkungan yang membuat anak merasa aman, tertarik belajar, dan memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Untuk mendapatkan panduan pendidikan anak usia dini lainnya, orang tua dan pendidik dapat mengunjungi PAUDIndonesia.com.

2 Comments
Perbedaan TK dan PAUD: Usia dan Pembelajarannya
30 Agustus 2026[…] akan memasuki usia TK? Pelajari juga perbedaan TK A dan TK B agar orang tua dapat memilih kelompok yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan […]
Perbedaan KB dan TK: Usia dan Cara Memilih Sekolah
30 Agustus 2026[…] Penjelasan lebih terperinci mengenai pembagian kelompok dapat dibaca dalam artikel perbedaan TK A dan TK B. […]